Jumat, 22 Oktober 2010

sekilas teknik fotografi

ajari aku fotografi dong?
Kita kenali dulu toolnya . Apalagi kalau bukan kamera. Kamera bertugas utk mengumpulkan cahaya yang masuk. Cara kerjanya , cahaya yg dipantulkan obyek masuk melalui lensa , melewati gerbang (shutter) lalu direkam ke bentuk data oleh sensor/film. Kebayang kan? utk mengatur jumlah cahaya yg masuk kita harus meng-configure bbrp elemen:
  • Aperture .. ini bukaan lensa. makin lebar dibuka , makin bnyk cahaya yg bisa masuk ..logis kan?
  • Shutter .. seperti saya bilang diatas ini ibarat gerbang. begitu gerbang dibuka , cahaya akan masuk ke sensor/film. jadi jgn dibuka lama2 , secukupnya saja . durasi bukaan shutter ini dikenal juga sebagai Shutter Speed.
  • ISO/ASA .. cahaya akhirnya sampai di sensor/film. ISO/ASA ini menentukan seberapa kuat sensor bekerja utk merekam cahaya. makin besar ISO/ASA rating..makin bnyk cahaya yang terekam

Fitur kamera apa yang penting?

Banyak produsen menjejalkan banyak fitur dalam kamera DLSR dan kompak kamera. Mereka melakukan itu untuk mengatasi pesaing dan bagian dari itu untuk tujuan pemasaran. Beberapa fitur yang penting, ada juga yang tidak berguna seperti yang kita pikir. Saya akan membahas yang fitur yang penting bagi Anda untuk dipertimbangkan sebelum Anda membeli kamera Anda.

Resolusi gambar

Jumlah megapiksel meningkat secara signifikan sekitar 2007-2008. Pada tahun 2006, sebagian besar kamera mempunyai enam megapiksel resolusi, sekarang, rata-rata di pasar kamera telah 12-15 megapiksel. Khas kamera DSLR full frame memiliki 24 megapiksel resolusi.
Untuk mencetak 5X7 “foto atau lebih kecil, 3 megapiksel gambar memadai, jika Anda perlu untuk mencetak 8X10,
6 megapiksel cukup baik.
Resolusi terlalu tinggi, juga bisa membuat gambar yang Anda ambil menjadi mudah menjadi kabur/blur. Untuk itu diperlukan setting kecepatan rana (shutter speed) sebagai kompensasi. [Baca: Supaya foto tidak blur]
Jadi, sementara lebih megapiksel yang baik, tapi terlalu banyak megapiksel di sensor ukuran yang sama bisa menjadi masalah. Kualitas gambar akan memburuk (karena adanya bintik2 atau disebut juga noise) ketika Anda tembak di setting ISO tinggi. Gambar ber-resolusi juga menghabiskan ruang penyimpanan Anda.
Kepentingan: 6 / 10

Ember untuk cetak foto itu kini hijau














Masih ingat printer foto portabel besutan Canon yang berbentuk ember dengan warna kuning sepenuhnya? Kini warnanya lebih segar, yakni hijau muda.
Namun, bentuknya tetap serupa ember lengkap dengan pegangan. Bagian bawah merupakan wadah yang bisa diisi dengan kertas foto yang menyatu, baik dengan tinta printer maupun baterai printer. Sementara itu, bagian atas ember adalah printer foto portabel Canon Selphy CP790.

Alternatif lensa makro ekonomis dari tamron

Terobosan baru dilakukan oleh produsen lensa Tamron dengan meluncurkan lensa makro dengan bukaan ekstra besar, bernama SP AF60mm f/2 Di II LD (IF) MACRO 1:1 yang punya bobot cukup ringan, 400 gram saja. Lensa 1:1 yang didesain untuk DSLR APS-C ini punya tiga tipe mounting yaitu mounting Canon, Nikon (ada motornya) dan Sony. Keunggulan utama lensa ekonomis ini tentu adalah bukaan maksimalnya yang ekstra besar yaitu f/2.0 atau satu stop lebih besar dari pesaing yang 
umumnya di f/2.8 sehingga cocok dipakai di saat low light.
 

Mengenal jenis jenis lensa dalam fotografi

Lensa terbagi dalam beberapa jenis berdasarkan focal length / rentang lensa.
Lensa Prime atau Fixed focal length
Prime lens adalah lensa yang hanya memiliki satu rentang fokal sehingga tidak bisa zoom. Lensa prime terkenal untuk potret, kegiatan olahraga dan lain-lain. Beberapa lensa prime yang sering terkenal dan sering digunakan yaitu 50mm, 85mm, 135mm, dan 300mm. Perbedaan antara lensa prime dengan lensa zoom dapat dibaca disini.
Lensa Standard Zoom
Lensa ini disering disebut juga lensa jalan-jalan. Lensa ini biasanya mempunyai rentang fokal antara 16-85mm. Rentang fokal ini sangat fleksibel dan 80% dari foto Anda kemungkinan di jepret mengunakan lensa ini. Contoh: Canon 18-55mm f/3.5-5.6 IS, Nikon 18-55mm f/3.5-5.6 VR, Nikon 16-85mm f/3.5-5.6 VR, Pentax 16-50mm f/2.8 dan sebagainya.

bagaimana supaya foto tidak blur

Biasanya, kesalahan fotografer pemula adalah salah memperhitungkan shutter speed (kecepatan rana) sehingga foto menjadi blur.
Ada dua faktor utama yang membuat foto menjadi blur
Pertama adalah setting kecepatan rana Anda terlalu lambat dibandingkan dengan rentang lensa (focal length) lensa Anda. Pada umumnya, supaya foto Anda tidak blur akibat getaran tangan kita, rumusnya adalah 1 / rentang fokal lensa. Contoh, bila Anda mengambil foto dalam rentang fokal 100mm, maka Anda memerlukan kecepatan rana 1/100.
Rumus ini berlaku bila Anda mengunakan kamera full frame sensor. Untuk kamera Digital SLR yang ada dipasar, sebagian besar mengunakan sensor yang lebih kecil. Sensor ini bervariasi antara kamera yang satu dengan yang lain. Tetapi pada umumnya Canon mengunakan 1.6X, Nikon, Sony, Pentax mengunakan 1.5X dan Olympus mengunakan 2X. Dengan adanya variasi tersebut, maka perhitungannya menjadi sedikit lebih rumit.

canon eos-1d mark iv, dan kehebatannya

JAKARTA – Tak lama lagi Canon akan menjawab kebutuhan para fotografer profesional akan kamera DSLR yang dapat memotret dengan kecepatan tinggi dalam kondisi pencahayaan rendah,melalui produk teranyarnya, yaituCanon EOS-1D Mark IV.
Ada beberapa fitur andalan yang disajikan EOS-1D yang rencananya akan dirilis pada Desember 2009 mendatang. Berikut peningkatan tersebut,